Pendahuluan
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan saat ini
berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan,
atau hari, melainkan dalam hitungan jam, menit atau
detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Perkembangan TIK sangat mempengaruhi tatanan kehidupan termasuk
dalam bidang pendidikan. Pada era pertama peranan
pendidikan berpusat pada keluarga, dimana para orang tua memainkan perannya sebagai guru kepada anaknya tentang arti dan makna
kehidupan, anak diajari agar mampu beradaptasi dengan
alam, mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sampai pada akhirnya mereka mampu hidup mandiri tanpa bantuan orang lain. Pada generasi kedua lahir sekolah sebagai tempat belajar anak, dimana
orang tua memandang bahwa berbagai perubahan telah
terjadi, mereka merasa tidak mampu lagi hanya mengandalkan pendidikan yang diturunkan dari orang-orang terdahulu, ketidak
relevansian terhadap tuntutan kehidupan pada masa itu
sulit dengan hanya bermodalkan pendidikan seadanya. Berbagai perubahan terus mengalir,
seiring dengan derasnya alir mengalir tanpa henti, sekolah bermunculan di mana-mana sebagai tanda kebutuhan masyarakat yang
terus meningkat, namun pada generasi ke-tiga, lahirlah
pendidikan yang mengedepankan azas terbuka, dimana bagi masyarakat
yang tidak mampu untuk datang ke sekolah karena masalah ekonomi dan sulitnya
mendatangi sekolah karena faktor geograis. Pada generasi ini
lahirlah pendidikan yang
memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat
belajar tanpa harus datang ke sekolah, mereka dapat belajar
di mana saja, kapan saja dan dengan apa saja serta oleh siapa saja, bahkan
mereka bebas mengatur sendiri kapan mereka harus belajar
dan mempelajari pelajaran apa yang mereka kehendaki.
Pendidikan semacam ini dikenal
dengan istilah Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ). Pada
generasi ke-empat dan ke lima, dimana peran media elektronik dapat memperkuat
proses pelaksanaan PTJJ termasuk dalam hal ini media
komputer yang di dukung dengan fasilitas internet sehingga
lahirlah pembelajaran berbasis WEB. Sehingga masyarakat tidak lagi belajar
dengan orang yang berada di dekatnya secara isik, namun
dengan kecanggihan teknologi ini,
mereka dapat belajar dengan orang lain yang secara fisik
tidak berada di dekatnya, bahkan
dari penjuru duina pun mereka dapat belajar. Belajar
berasama di lingkungan sekolah maupun di luar dengan memanfaatkan TIK mampu memfasiltasi interaksi secara bersama- sama dan dapat dilakukan
dalam satu waktu. Pembelajaran bersama atau biasa
disebut Collaborative Learning
adalah belajar dapat dilakukan oleh dua kelompok atau
lebih dilakukan secara bersama sehingga dapat memanfaatkan berbagai sumber
belajar di dalamnya. Masing kelompok dapat menjadi sumber
belajar bagi kelompok lain dan sumber belajar dapat
diakses secara langsung melalui fasilitas internet yang telah dipersiapkan
sedemikian rupa. Collaborative
learning memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu
sama lain (meminta informasi satu sama lain,
mengevaluasi ide-ide satu sama lain, memantau pekerjaan satu sama lain dan lain-lain). Collaborative learning didasarkan pada model di mana pengetahuan
dapat dibuat dalam suatu populasi di mana anggotanya
secara aktif berinteraksi dengan berbagi pengalaman dan mengambil
peran asimetri (berbeda).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar